A LETTER FOR YOURSELF - 2020

 Aku menulis ini di bulan Agustus 2020.

 

(peringatan untuk orang luar yang membaca)

 

Surat ini aku yang membuat dan kutujukan untuk diriku di masa akan datang (entah berapa umurmu sekarang, hey!)

 

Bagaimana keadaanmu sekarang?

Sholatmu sudah diperbaiki?

Apa impianmu sudah terpenuhi?

Sudah menjadi anak yang baik?

Sudah punya teman?

Cinta sejati? Wkwk

 

Surat ini bukan untuk memojokkanmu, hanya ingin mengingatkan. Kalau kau belum bertemu seseorang yang bisa mengingatkanmu, maka akulah yang harus melakukannya. Tujuan hidupmu, impian, kebahagiaan orang yang kau sayangi, dan paling utama Tuhanmu.

Jangan pernah lupa, surga ada di telapak kaki ibu. Bahagiakan mama. Dia yang terus menyayangimu dalam diamnya. Dia yang mendoakanmu untuk bahagia dan mendapatkan yang terbaik.

Saudaramu, jangan hanya mengingat keburukan mereka. Kau tidak akan mendapatkan yang lebih baik dari yang sudah ada. Jadi anak bungsu tidak terlalu sulit, kan? Jangan menyalahkan dirimu terus, kau bukan seorang beban!!

Temanmu bagaimana? Sudah menemukan tempat sampahmu? Wkwk. Kalau belum ayo cari terus, orang yang bisa menerima kesampahanmu, kejelekanmu dan cerita-cerita aneh dari mulutmu. Kalau kau sudah punya teman seperti itu, jaga dia dan jadilah sahabat yang baik untuknya.

Aku tahu kau bukan orang yang ekspresif, aku tahu orang yang mudah menyayangi dan selebihnya aku tahu kau orang yang benar-benar cengeng.

Jangan terlalu insecure dengan orang lain. Kau berbeda, kau cantik, kau penyayang, cerdas dan kuat. Jadi sayangi dirimu. Jaga semua yang kau punya. Buang yang tidak perlu dan merusak. Maafkan yang telah menyakiti. Dan apresiasi mereka yang telah membantumu.

Jika surat ini dibaca oleh orang lain, mungkin mereka akan tertawa dan lalu mengejekmu. Tapi air mataku sekarang bahkan sudah jatuh sejak aku memutuskan menulis paragraf pertama (meskipun sambil mendengar podcast komedi favoritku sekarang). Jangan pernah hapus surat ini menskipun kau malu akan hal itu.

Ini aku dirimu, yang juga telah melalui banyak hal bersamamu.

Terakhir,

 

Dimana cinta sejatimu?

Apa kau sudah menemukannya?

Atau benra “dia”?

 

Jika jawabannya ya ataupun tidak, aku tidak akan tertawa. Aku akan mengikuti feeling mu.

 

Dari dirimu,

Dipertengahan 2020

Comments